Kamis, 14 Februari 2013

Hutan-hutan Tenggelam yang Menakjubkan

1. Lake Kaindy, Kazakhstan
Danau ini terletak di kedalaman hutan dengan ketinggian 2000m di atas permukaan laut. Terbentuk dari longsoran batu kapur dan pengendapan tanah. Danau ini membentuk bendungan alami dan sebuah ngarai yang indah.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau ini memiliki panjang panjang 400m dengan kedalaman 30m. Pemandangan yang sangat indah dihadirkan disini. Sisa-sisa pohon yang tidak terendam, menjulang bagaikan paku-paku kreasi dari alam. Sedangkan bagian yang terendam air, nampak menyimpan misteri seperti hutan yang berumur ratusan tahun.nah kalo ini yang gambarnya kaya garis2 kurus itu yg pohonnya.

2. Danau Bezid, Romania
Terletak di wilayah Transylvania Rumania, keunikannya adalah tidak hanya pemandangan indah namun juga sisi mistis yang dihadirkan di sini. Terbentuk setelah seluruh desa Bezid kebanjiran, meninggalkan rumah-rumah di dasar danau dan hanya gereja lokal menara dan pohon-pohon masih terlihat menjulang di atas danau.

Dahan-dahan dan ranting pohon yang tua terlihat menjulang ke atas permukaan air seperti tangan-tangan yang membawa pesan mistis. Waduk ini juga menyembunyikan sesuatu di bawah airnya, yaitu puing-puing desa yang tenggelam sehingga semakin menambah suasana indah dan juga misteri yang dihadirkan disana. menarik atau mengerikan?

3. Danau Periyar, India
Danau Periyar sebenarnya waduk buatan, untuk sebuah daerah banjir yang diciptakan pada tahun 1895 oleh pembangunan Bendungan Mullaperiyar. Tunggul pohon itu adalah sisa-sisa hutan yang dulu.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Di sekitar danau kontur bukit-bukit yang berhutan menyediakan sumber air permanen untuk satwa liar lokal, dan ini dikatakan sebagai salah satu dari sedikit tempat di mana bendungan telah baik untuk di jadikan ekosistem.hehehe tetep dalam air kan.

4. Waduk Udawalawe, Sri Lanka
Waduk ini menyajikan pemandangan sisa-sisa ribuan pohon hutan yang mati akibat terendam air yang mengisi bendungan buatan ini. Banyak sekali binatang-binatang yang kehilangan habitatnya disini, Namun belakangan, waduk ini mulai kembali didatangi oleh berbagai kelompok dan jenis-jenis hewan yang ada di sekitar lingkungan waduk ini.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Sering terlihat sekumpulan gajah-gajah yang sengaja mampir kesini, selain untuk minum ada juga yang bermain-main dengan mandi di sini. Tak ketinggalan pula mulai banyak jenis-jenis ikan baru yang kedapatan meghuni waduk ini.sayangnya dijadikan waduk.

5. Danau Volta, Ghana
Danau dibentuk oleh hidroelektrik Akosomba Dam, yang menyediakan pasokan listrik untuk banyak negara. Selesai dibangun pada tahun 1965, proyek ini memaksa sekitar 78.000 orang untuk melakukan relokasi permukiman baru, bersama dengan 200.000 hewan peliharaan mereka, sementara sekitar 120 bangunan dan tempat tinggal yang tak terhitung jumlahnya juga dihancurkan.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau Volta merupakan potensi sumber daya yang menjanjikan, pemerintah Ghana berusaha untuk memanen 14 juta meter kubik kayu yang terendam, meskipun tidak tanpa kontroversi. Kayu keras tropis yang mungkin berharga, diawetkan oleh minimnya oksigen di dalam air. Tetapi beberapa mengatakan penebangan di dalam air bisa menjadi ancaman bagi nelayan dan mengganggu keseimbangan ekologi danau.

6. Danau Caddo, Texas
Danau misterius ini tampak seperti rawa-rawa dalam film horror. Danau ini tidak sepenuhnya tenggelam sehingga tumbuhan disini tidak begitu mati dan tidak begitu hidup. Namun dibalik keseraman tersebut terdapat keindahan yang luar biasa.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Asli tumbuhan runjung tenggara Amerika Serikat, pohon-pohon Cypress berkembang dalam habitat lembab, dan beberapa individu dapat hidup selama lebih dari 1.000 tahun.
Baldcypresses, yang berkembang dalam habitat berawa, memiliki pertumbuhan yang khas yang disebut cemara lutut, woody proyeksi di atas air yang merupakan bagian dari sistem akar dan memberikan dukungan struktural dan stabilisasi di situs rawan banjir seperti ini.

7. Kampong Pluk, Kamboja
Di Kamboja dapat ditemukan hutan lain yang mengambang, terdiri dari pohon-pohon yang tumbuh keluar dari sebuah danau, akar kust mereka yang tersembunyi di bawah air.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Pohon yang tumbuh di Kampung Pluk adalah bakau dan habitat hutan lainnya. Mereka adalah rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk monyet pemakan kepiting, serta manusia yang panen udang dan tinggal di rumah pohon/rumah apung.

Penghijauan Bisa Menunda Kiamat?

Penghijauan merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditunda lagi,karena lingkungan alam sudah banyak terusik oleh kerakusan manusia.Bahkan berbagai kerusakan manajemen alam tersebut telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana ,seperti longsor,kemarau ,banjir dan sebagainya.Memang baik kerusakan didarat dan di laut merupakan akibat tangan-tangan manusia yang lebih mementingkan dirinya sendiri,sehingga mengabaikan kehidupan makhluq lainnya.

Biasanya manusia itu baru menyadari  kesalahannya  setelah bencana datang,walaupun seringkali juga masih setengah hati dalam mengatasinya sambil mencari”kambing hitam”sebagai sasaran tembak terhadap kekeliruan yang dilakukannya.Bagi negara-negara maju yang menjadi pelopor rusaknya lingkungan hidup masih juga enggan mengurangi emisi dampak pemanasan global akibat berkurangnya hutan sebagai paru-paru dunia,dengan dalih akan merugikan perekonomiannya.

Selanjutnya mereka mengajak negara-negara berkembang supaya menjaga lingkungan alamnya,untuk  bisa  mengurangi emisi dampak pemanasan global tersebut.Dan untuk itu negera-negara kelompok 8 bersedia memberi insentif bagi negara-negara dunia ketiga yang melestarikan lingkungan hidup,dengan berupaya maksimal untuk mengkampanyekan penghijauan(reboisasi)terhadap lahan-lahan kritis bersamaan mencegah penebangan hutan secara sembarangan.

Dalam konteks ini pula Indonesia yang merupakan salah satu negara yang masih memiliki hutan seluas 138 juta hektar,dengan perincian 64 juta hektarnya luasnya merupakan hutan primer termasuk hutan konservasi di dalamnya seluas 20 juta hektar.Menurut data-data dari Departemen Kelautan dan Perikanan,bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu mengurangi dampak rumah kaca ,sebagai berikut:

1.ekosistem terumbu karang seluas  61 ribu kilometer persegi bisa menyerap 73,5 juta ton karbon pertahunnya.
2.rumput laut seluas 30 ribu kilometer persegi bisa menyerap 56,3 juta ton karbon pertahunnya.
3.hutan bakau seluas 93 ribu kilometer persegi bisa menyerap 75,4 juta ton karbon pertahunnya.
4.laut terbuka Indonesia seluas 5,8 juta kilometer persegi bisa menyerap  40,4 juta ton karbon pertahunnya.
5.lumut dalam proses fotosentesisnya bisa juga menyerap karbon sekitar 245,6 juta ton pertahunnya.

Oleh karenan itu penghijauan sanagat menentukan dalam proses mengurangi efek rumah kaca yang bisa mengusik iklim secara keseluruhan,yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan.Karenanya pada tahun 1992 diadakan perjanjian di Rio De Janeiro,Brasil .Perjanjian untuk menata kembali lingkungan hidup tersebut,di hadiri oleh 150 negara.Perjanjian yang disebut”Earth Summit”berisi antara lain adalah:perusahaan yang berskala internasional di haruskan menjadi pelaku utama pengurangan efek gas rumah kaca.Perjanjian tersebut masih diabaikan oleh negera-negara indstri maju,termasuk AS dan sekutunya dan  Jepang.

Selanjutnya pada tahun 1997 diadakan lagi perjanjian serupa di Kyota,Jepang.Perjanjian ini dihadiri oleh 160 negara,yang sampai sekarangpun hasilnya belum sepenuhnya direalisasikan secara kongkrit terutama oleh AS  dan sekutunya,dengan berbagai alasan yang sengaja di cari-cari.Protokol Kyoto diharapkan pada tahun 2012 pengurangan gas rumah kaca bisa dilakukan ,meskipun sejak tahun 1990 diharuskan 5 persen.Sedangkan Eropa bersedia mengurangi efek gas rumah kaca  8 persen,Jepang 6 persen dan 122 negara berkembang tidak di haruskannya.

Sementara AS pada tahun 2001,Presiden George Bush mengabaikan komitmen protokol  Kyoto ,karena merugikan perekonomiannya.Baru dalam perjanjian Bali(Mandat Bali 3-11 Desember 2007),baik AS dan Jepang menyetujui “Draf Bali Road Map” yang berisi,antaranya sebagai berikut:
1.mereduksi emisi gas sesuai target 2050
2.yang mengarah keperjanjian global
3.Negara-negara tropis penghasil hutan terbesar akanmendapat insentif.

Untuk mengatasi masalah tersebut,maka pemerintah Indonesia perlu memantau ,serta menindak  tegas terhadap para  perambah hutan dan lautan sesuai dengan hukum yang berlaku.Soalnya UNEP(United Nations Environment Programme)selalu mengawasi proses penghijauan disetiap negara,dan untuk mengatasi hal itu membutuhkan dana yang sangat tinggi sekitar 200 milyar dolar AS pertahunnya.

Untuk menunda kiamat kelihatannya bisa dilakukan oleh manusia,karena Allah tidak akan mengubah kondisi sesuatu umat kecuali umat tersebut berupaya merubahnya.Salah satunya adalah dengan menjaga keseimbangan lingkungan alam ,sehingga jaringan struktur manajemen alam yang sudah tertata sesuai kadar ukurannya masing-masing tersebut tidak terusik,serta tidak rusak oleh kerakusan manusia.

Kamis, 14 Februari 2013

Hutan-hutan Tenggelam yang Menakjubkan

1. Lake Kaindy, Kazakhstan
Danau ini terletak di kedalaman hutan dengan ketinggian 2000m di atas permukaan laut. Terbentuk dari longsoran batu kapur dan pengendapan tanah. Danau ini membentuk bendungan alami dan sebuah ngarai yang indah.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau ini memiliki panjang panjang 400m dengan kedalaman 30m. Pemandangan yang sangat indah dihadirkan disini. Sisa-sisa pohon yang tidak terendam, menjulang bagaikan paku-paku kreasi dari alam. Sedangkan bagian yang terendam air, nampak menyimpan misteri seperti hutan yang berumur ratusan tahun.nah kalo ini yang gambarnya kaya garis2 kurus itu yg pohonnya.

2. Danau Bezid, Romania
Terletak di wilayah Transylvania Rumania, keunikannya adalah tidak hanya pemandangan indah namun juga sisi mistis yang dihadirkan di sini. Terbentuk setelah seluruh desa Bezid kebanjiran, meninggalkan rumah-rumah di dasar danau dan hanya gereja lokal menara dan pohon-pohon masih terlihat menjulang di atas danau.

Dahan-dahan dan ranting pohon yang tua terlihat menjulang ke atas permukaan air seperti tangan-tangan yang membawa pesan mistis. Waduk ini juga menyembunyikan sesuatu di bawah airnya, yaitu puing-puing desa yang tenggelam sehingga semakin menambah suasana indah dan juga misteri yang dihadirkan disana. menarik atau mengerikan?

3. Danau Periyar, India
Danau Periyar sebenarnya waduk buatan, untuk sebuah daerah banjir yang diciptakan pada tahun 1895 oleh pembangunan Bendungan Mullaperiyar. Tunggul pohon itu adalah sisa-sisa hutan yang dulu.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Di sekitar danau kontur bukit-bukit yang berhutan menyediakan sumber air permanen untuk satwa liar lokal, dan ini dikatakan sebagai salah satu dari sedikit tempat di mana bendungan telah baik untuk di jadikan ekosistem.hehehe tetep dalam air kan.

4. Waduk Udawalawe, Sri Lanka
Waduk ini menyajikan pemandangan sisa-sisa ribuan pohon hutan yang mati akibat terendam air yang mengisi bendungan buatan ini. Banyak sekali binatang-binatang yang kehilangan habitatnya disini, Namun belakangan, waduk ini mulai kembali didatangi oleh berbagai kelompok dan jenis-jenis hewan yang ada di sekitar lingkungan waduk ini.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Sering terlihat sekumpulan gajah-gajah yang sengaja mampir kesini, selain untuk minum ada juga yang bermain-main dengan mandi di sini. Tak ketinggalan pula mulai banyak jenis-jenis ikan baru yang kedapatan meghuni waduk ini.sayangnya dijadikan waduk.

5. Danau Volta, Ghana
Danau dibentuk oleh hidroelektrik Akosomba Dam, yang menyediakan pasokan listrik untuk banyak negara. Selesai dibangun pada tahun 1965, proyek ini memaksa sekitar 78.000 orang untuk melakukan relokasi permukiman baru, bersama dengan 200.000 hewan peliharaan mereka, sementara sekitar 120 bangunan dan tempat tinggal yang tak terhitung jumlahnya juga dihancurkan.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau Volta merupakan potensi sumber daya yang menjanjikan, pemerintah Ghana berusaha untuk memanen 14 juta meter kubik kayu yang terendam, meskipun tidak tanpa kontroversi. Kayu keras tropis yang mungkin berharga, diawetkan oleh minimnya oksigen di dalam air. Tetapi beberapa mengatakan penebangan di dalam air bisa menjadi ancaman bagi nelayan dan mengganggu keseimbangan ekologi danau.

6. Danau Caddo, Texas
Danau misterius ini tampak seperti rawa-rawa dalam film horror. Danau ini tidak sepenuhnya tenggelam sehingga tumbuhan disini tidak begitu mati dan tidak begitu hidup. Namun dibalik keseraman tersebut terdapat keindahan yang luar biasa.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Asli tumbuhan runjung tenggara Amerika Serikat, pohon-pohon Cypress berkembang dalam habitat lembab, dan beberapa individu dapat hidup selama lebih dari 1.000 tahun.
Baldcypresses, yang berkembang dalam habitat berawa, memiliki pertumbuhan yang khas yang disebut cemara lutut, woody proyeksi di atas air yang merupakan bagian dari sistem akar dan memberikan dukungan struktural dan stabilisasi di situs rawan banjir seperti ini.

7. Kampong Pluk, Kamboja
Di Kamboja dapat ditemukan hutan lain yang mengambang, terdiri dari pohon-pohon yang tumbuh keluar dari sebuah danau, akar kust mereka yang tersembunyi di bawah air.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Pohon yang tumbuh di Kampung Pluk adalah bakau dan habitat hutan lainnya. Mereka adalah rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk monyet pemakan kepiting, serta manusia yang panen udang dan tinggal di rumah pohon/rumah apung.

Penghijauan Bisa Menunda Kiamat?

Penghijauan merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditunda lagi,karena lingkungan alam sudah banyak terusik oleh kerakusan manusia.Bahkan berbagai kerusakan manajemen alam tersebut telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana ,seperti longsor,kemarau ,banjir dan sebagainya.Memang baik kerusakan didarat dan di laut merupakan akibat tangan-tangan manusia yang lebih mementingkan dirinya sendiri,sehingga mengabaikan kehidupan makhluq lainnya.

Biasanya manusia itu baru menyadari  kesalahannya  setelah bencana datang,walaupun seringkali juga masih setengah hati dalam mengatasinya sambil mencari”kambing hitam”sebagai sasaran tembak terhadap kekeliruan yang dilakukannya.Bagi negara-negara maju yang menjadi pelopor rusaknya lingkungan hidup masih juga enggan mengurangi emisi dampak pemanasan global akibat berkurangnya hutan sebagai paru-paru dunia,dengan dalih akan merugikan perekonomiannya.

Selanjutnya mereka mengajak negara-negara berkembang supaya menjaga lingkungan alamnya,untuk  bisa  mengurangi emisi dampak pemanasan global tersebut.Dan untuk itu negera-negara kelompok 8 bersedia memberi insentif bagi negara-negara dunia ketiga yang melestarikan lingkungan hidup,dengan berupaya maksimal untuk mengkampanyekan penghijauan(reboisasi)terhadap lahan-lahan kritis bersamaan mencegah penebangan hutan secara sembarangan.

Dalam konteks ini pula Indonesia yang merupakan salah satu negara yang masih memiliki hutan seluas 138 juta hektar,dengan perincian 64 juta hektarnya luasnya merupakan hutan primer termasuk hutan konservasi di dalamnya seluas 20 juta hektar.Menurut data-data dari Departemen Kelautan dan Perikanan,bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu mengurangi dampak rumah kaca ,sebagai berikut:

1.ekosistem terumbu karang seluas  61 ribu kilometer persegi bisa menyerap 73,5 juta ton karbon pertahunnya.
2.rumput laut seluas 30 ribu kilometer persegi bisa menyerap 56,3 juta ton karbon pertahunnya.
3.hutan bakau seluas 93 ribu kilometer persegi bisa menyerap 75,4 juta ton karbon pertahunnya.
4.laut terbuka Indonesia seluas 5,8 juta kilometer persegi bisa menyerap  40,4 juta ton karbon pertahunnya.
5.lumut dalam proses fotosentesisnya bisa juga menyerap karbon sekitar 245,6 juta ton pertahunnya.

Oleh karenan itu penghijauan sanagat menentukan dalam proses mengurangi efek rumah kaca yang bisa mengusik iklim secara keseluruhan,yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan.Karenanya pada tahun 1992 diadakan perjanjian di Rio De Janeiro,Brasil .Perjanjian untuk menata kembali lingkungan hidup tersebut,di hadiri oleh 150 negara.Perjanjian yang disebut”Earth Summit”berisi antara lain adalah:perusahaan yang berskala internasional di haruskan menjadi pelaku utama pengurangan efek gas rumah kaca.Perjanjian tersebut masih diabaikan oleh negera-negara indstri maju,termasuk AS dan sekutunya dan  Jepang.

Selanjutnya pada tahun 1997 diadakan lagi perjanjian serupa di Kyota,Jepang.Perjanjian ini dihadiri oleh 160 negara,yang sampai sekarangpun hasilnya belum sepenuhnya direalisasikan secara kongkrit terutama oleh AS  dan sekutunya,dengan berbagai alasan yang sengaja di cari-cari.Protokol Kyoto diharapkan pada tahun 2012 pengurangan gas rumah kaca bisa dilakukan ,meskipun sejak tahun 1990 diharuskan 5 persen.Sedangkan Eropa bersedia mengurangi efek gas rumah kaca  8 persen,Jepang 6 persen dan 122 negara berkembang tidak di haruskannya.

Sementara AS pada tahun 2001,Presiden George Bush mengabaikan komitmen protokol  Kyoto ,karena merugikan perekonomiannya.Baru dalam perjanjian Bali(Mandat Bali 3-11 Desember 2007),baik AS dan Jepang menyetujui “Draf Bali Road Map” yang berisi,antaranya sebagai berikut:
1.mereduksi emisi gas sesuai target 2050
2.yang mengarah keperjanjian global
3.Negara-negara tropis penghasil hutan terbesar akanmendapat insentif.

Untuk mengatasi masalah tersebut,maka pemerintah Indonesia perlu memantau ,serta menindak  tegas terhadap para  perambah hutan dan lautan sesuai dengan hukum yang berlaku.Soalnya UNEP(United Nations Environment Programme)selalu mengawasi proses penghijauan disetiap negara,dan untuk mengatasi hal itu membutuhkan dana yang sangat tinggi sekitar 200 milyar dolar AS pertahunnya.

Untuk menunda kiamat kelihatannya bisa dilakukan oleh manusia,karena Allah tidak akan mengubah kondisi sesuatu umat kecuali umat tersebut berupaya merubahnya.Salah satunya adalah dengan menjaga keseimbangan lingkungan alam ,sehingga jaringan struktur manajemen alam yang sudah tertata sesuai kadar ukurannya masing-masing tersebut tidak terusik,serta tidak rusak oleh kerakusan manusia.