Selasa, 22 Januari 2013

Apa Penyebab Efek rumah kaca?




“Efek rumah kaca” sering mendapat reputasi buruk karena hubungannya dengan pemanasan global, tetapi kenyataannya adalah kita tidak bisa hidup tanpa itu.
Apa Penyebab Efek rumah kaca?
Kehidupan di bumi tergantung pada energi dari matahari. Sekitar 30 persen dari sinar matahari yang balok menuju Bumi dibelokkan oleh suasana luar dan tersebar kembali ke ruang angkasa. Sisanya mencapai permukaan planet dan tercermin ke atas lagi sebagai jenis yang bergerak lamban energi yang disebut radiasi inframerah.
Panas yang disebabkan oleh radiasi inframerah diserap oleh “gas rumah kaca” seperti uap air, karbon dioksida, ozon dan metana, yang memperlambat lolos dari atmosfir.
Meskipun gas rumah kaca membuat hanya sekitar 1 persen dari atmosfer bumi, mereka mengatur iklim kita dengan menjebak panas dan memegangnya di semacam selimut yang hangat-udara yang mengelilingi planet ini.
Fenomena ini adalah apa yang para ilmuwan sebut “efek rumah kaca.” Tanpa itu, ilmuwan memperkirakan bahwa suhu rata-rata di Bumi akan dingin sekitar 30 derajat Celcius (54 derajat Fahrenheit), terlalu dingin untuk mempertahankan ekosistem kita saat ini.
Bagaimana Manusia Kontribusi Efek Rumah Kaca?
Sedangkan efek rumah kaca merupakan prasyarat lingkungan penting bagi kehidupan di Bumi, ada benar-benar dapat terlalu banyak hal yang baik.
Masalah dimulai ketika aktivitas manusia mendistorsi dan mempercepat proses alami dengan menciptakan gas rumah kaca di atmosfer lebih tinggi daripada yang diperlukan untuk menghangatkan planet ini ke suhu yang ideal.
  • Pembakaran gas alam, batubara dan minyak termasuk bensin untuk mobil mesin-meningkatkan tingkat karbon dioksida di atmosfer.
  • Beberapa praktek pertanian dan perubahan pemanfaatan lahan meningkatkan kadar metana dan dinitrogen oksida.
  • Banyak pabrik memproduksi tahan lama gas industri yang tidak terjadi secara alami, namun memberikan kontribusi yang signifikan pada efek rumah kaca ditingkatkan dan “pemanasan global” yang sedang berjalan.
  • Deforestasi juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Pohon menggunakan karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada tempatnya, yang membantu untuk menciptakan keseimbangan yang optimal gas di atmosfer. Karena hutan lebih dicatat untuk kayu atau ditebang untuk membuat jalan untuk pertanian, namun ada pohon lebih sedikit untuk menjalankan fungsi ini kritis.
Pertumbuhan penduduk merupakan faktor lain dalam pemanasan global, karena sebagai orang lebih banyak menggunakan bahan bakar fosil untuk panas, transportasi dan manufaktur tingkat gas rumah kaca terus meningkat. Seperti pertanian yang lebih terjadi untuk memberi makan jutaan orang baru, gas rumah kaca lebih memasuki atmosfer.
Akhirnya, gas rumah kaca lebih berarti lebih banyak radiasi inframerah terjebak dan ditahan, yang secara bertahap meningkatkan suhu permukaan bumi dan udara di atmosfer yang lebih rendah.
Para Suhu global rata-rata adalah Meningkatkan Cepat
Saat ini, peningkatan suhu bumi meningkat dengan kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk memahami betapa cepat pemanasan global mempercepat, pertimbangkan ini:
Selama abad ke-20 seluruh, suhu global rata-rata meningkat sekitar 0,6 derajat Celsius (sedikit lebih dari 1 derajat Fahrenheit).
Menggunakan model komputer iklim, para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2100 suhu rata-rata global akan meningkat 1,4 derajat sampai 5,8 derajat Celcius (sekitar 2,5 derajat ke 10,5 derajat Fahrenheit).

Tidak Semua ilmuwan Setuju

Sementara mayoritas ilmuwan mainstream setuju bahwa pemanasan global adalah masalah serius yang terus berkembang lebih buruk, ada beberapa yang tidak setuju. John Christy, seorang profesor dan direktur Pusat Ilmu Sistem Bumi di Universitas Alabama di Huntsville adalah klimatologi dihormati yang berpendapat bahwa pemanasan global tidak perlu dicemaskan.
Christy mencapai berpendapat bahwa setelah menganalisis jutaan pengukuran dari satelit cuaca dalam upaya untuk menemukan tren suhu global. Dia tidak menemukan tanda-tanda pemanasan global di data satelit, dan sekarang percaya bahwa prediksi pemanasan global sebanyak 10 derajat Fahrenheit pada akhir abad 21 adalah tidak benar.
Para ilmuwan setuju bahwa bahkan peningkatan kecil pada suhu global akan menyebabkan iklim yang signifikan dan perubahan cuaca, yang mempengaruhi cakupan awan, curah hujan, pola angin, frekuensi dan intensitas badai, dan durasi musim.
Meningkatnya suhu akan menaikkan permukaan laut juga, mengurangi pasokan air tawar sebagai banjir terjadi di sepanjang garis pantai di seluruh dunia dan air garam mencapai daratan.
Banyak spesies terancam punah di dunia akan punah karena suhu yang meningkat mengubah habitat mereka.
Jutaan orang juga akan terpengaruh, terutama orang-orang miskin yang tinggal di lokasi yang berbahaya atau tergantung pada lahan untuk hidup subsisten.
Penyakit vector-borne tertentu dilakukan oleh hewan atau serangga, seperti malaria, akan menjadi lebih luas sebagai kondisi hangat memperluas jangkauan mereka.
Emisi Karbon Dioksida adalah Masalah Terbesar
Saat ini, rekening karbon dioksida lebih dari 60 persen dari efek rumah kaca ditingkatkan yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca, dan tingkat karbon dioksida di atmosfer meningkat dengan lebih dari 10 persen setiap 20 tahun.
Jika emisi karbon dioksida terus tumbuh pada tingkat saat ini, maka tingkat gas di atmosfer kemungkinan akan berlipat ganda, atau mungkin bahkan tiga kali lipat, dari tingkat pra-industri selama abad ke-21.
Perubahan Iklim yang Tak Terelakkan
Menurut PBB, beberapa perubahan iklim sudah tak terelakkan karena emisi yang terjadi sejak awal Era Industri.
Sementara iklim bumi tidak merespon dengan cepat terhadap perubahan eksternal, banyak ilmuwan percaya bahwa pemanasan global sudah memiliki momentum penting karena 150 tahun industrialisasi di banyak negara di seluruh dunia. Akibatnya, pemanasan global akan terus mempengaruhi kehidupan di Bumi selama ratusan tahun, bahkan jika emisi gas rumah kaca berkurang dan peningkatan kadar atmosfer dihentikan.

Apa Yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Pemanasan Global?

Untuk mengurangi orang-efek jangka panjang, banyak negara, masyarakat dan individu telah mengambil tindakan sekarang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemanasan global yang lambat dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, memperluas hutan, dan membuat pilihan gaya hidup yang membantu untuk mempertahankan lingkungan.
Apakah mereka akan mampu merekrut cukup banyak orang untuk bergabung, dan apakah upaya gabungan mereka akan cukup untuk menghindari dampak yang paling serius dari pemanasan global? ini adalah pertanyaan terbuka yang hanya dapat dijawab oleh perkembangan masa depan.



Rabu, 16 Januari 2013

1D - Kiss you

Sebenernya ini postingan agak menyimpang dari tema, tapi simak aja yaa ;;)



Oh I just wanna take you anywhere that you like
We can go out any day any night
Baby I'll take you there take you there
Baby I'll take you there, there

Oh tell me tell me tell me how to turn your love on
You can get get anything that you want
Baby just shout it out shout it out
Baby just shout it out

And if you
You want me to
Lets make a move, yeah
So tell me girl if every time we touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you

Oh baby, baby don't you know you got what I need
Lookin' so good from your head to your feet
C'mon come over here over here
C'mon come over here yeah

Oh I just wanna show you off to all of my friends
Makin' them drool down their chiney chin chins
Baby be mine tonight, mine tonight
Baby be mine tonight yeah

And if you
You want me too
Lets make a move, yeah
So tell me girl if every time we touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you

Selasa, 15 Januari 2013

Pencegahan Global Warming

Pencegahan Global Warming
Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang.

1. Batasi Penggunanaan kertas
Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

2. Ganti bola lampu
Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.

3. Buka jendela lebar-lebar
Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat mengkonsumsi energi.

4. Gunakan pupuk organik.
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.

5. Tanamlah rumpun bambu
Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.

6. Naik kendaraan umum
Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca,

7. Jangan pakai kantong plastik
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.

Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.


8. Hidup efisien
Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.

9. Mengemudi cerdas
Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.

Global Warming: Penyebab - Efek

                                                   

Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.

Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya.Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini.
Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, masalah Global Warming ini tidaklah dapat diungkiri untuk diteliti dan diteliti lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.
GLOBAL WARMING
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.


Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Penyebab Pemanasan Global

1.Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

2.Efek Umpan Balik
nasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan

Efek Global Warming

1. KEBAKARAN
Analisa = Kebakaran hutan biasa nya d sebabkan meningkat nya permukaan suhu d daerah tersebut akibat efek dari pemanasan global. terjadi di waktu musim kemarau

2. ES YANG MELELEH
Analisa = mencairnya es d kutub d sebabkan suhu yang meningkat secara drastis sehingga dapat melelehkan es d kutub

3. PERMUKAAN AIR LAUT YANG MENINGGI
Analisa = meningkat nya tinggi permukaan laut ini d sebabkan oleh air es yang telah mencair dari arah kutub
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Selasa, 22 Januari 2013

Apa Penyebab Efek rumah kaca?




“Efek rumah kaca” sering mendapat reputasi buruk karena hubungannya dengan pemanasan global, tetapi kenyataannya adalah kita tidak bisa hidup tanpa itu.
Apa Penyebab Efek rumah kaca?
Kehidupan di bumi tergantung pada energi dari matahari. Sekitar 30 persen dari sinar matahari yang balok menuju Bumi dibelokkan oleh suasana luar dan tersebar kembali ke ruang angkasa. Sisanya mencapai permukaan planet dan tercermin ke atas lagi sebagai jenis yang bergerak lamban energi yang disebut radiasi inframerah.
Panas yang disebabkan oleh radiasi inframerah diserap oleh “gas rumah kaca” seperti uap air, karbon dioksida, ozon dan metana, yang memperlambat lolos dari atmosfir.
Meskipun gas rumah kaca membuat hanya sekitar 1 persen dari atmosfer bumi, mereka mengatur iklim kita dengan menjebak panas dan memegangnya di semacam selimut yang hangat-udara yang mengelilingi planet ini.
Fenomena ini adalah apa yang para ilmuwan sebut “efek rumah kaca.” Tanpa itu, ilmuwan memperkirakan bahwa suhu rata-rata di Bumi akan dingin sekitar 30 derajat Celcius (54 derajat Fahrenheit), terlalu dingin untuk mempertahankan ekosistem kita saat ini.
Bagaimana Manusia Kontribusi Efek Rumah Kaca?
Sedangkan efek rumah kaca merupakan prasyarat lingkungan penting bagi kehidupan di Bumi, ada benar-benar dapat terlalu banyak hal yang baik.
Masalah dimulai ketika aktivitas manusia mendistorsi dan mempercepat proses alami dengan menciptakan gas rumah kaca di atmosfer lebih tinggi daripada yang diperlukan untuk menghangatkan planet ini ke suhu yang ideal.
  • Pembakaran gas alam, batubara dan minyak termasuk bensin untuk mobil mesin-meningkatkan tingkat karbon dioksida di atmosfer.
  • Beberapa praktek pertanian dan perubahan pemanfaatan lahan meningkatkan kadar metana dan dinitrogen oksida.
  • Banyak pabrik memproduksi tahan lama gas industri yang tidak terjadi secara alami, namun memberikan kontribusi yang signifikan pada efek rumah kaca ditingkatkan dan “pemanasan global” yang sedang berjalan.
  • Deforestasi juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Pohon menggunakan karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada tempatnya, yang membantu untuk menciptakan keseimbangan yang optimal gas di atmosfer. Karena hutan lebih dicatat untuk kayu atau ditebang untuk membuat jalan untuk pertanian, namun ada pohon lebih sedikit untuk menjalankan fungsi ini kritis.
Pertumbuhan penduduk merupakan faktor lain dalam pemanasan global, karena sebagai orang lebih banyak menggunakan bahan bakar fosil untuk panas, transportasi dan manufaktur tingkat gas rumah kaca terus meningkat. Seperti pertanian yang lebih terjadi untuk memberi makan jutaan orang baru, gas rumah kaca lebih memasuki atmosfer.
Akhirnya, gas rumah kaca lebih berarti lebih banyak radiasi inframerah terjebak dan ditahan, yang secara bertahap meningkatkan suhu permukaan bumi dan udara di atmosfer yang lebih rendah.
Para Suhu global rata-rata adalah Meningkatkan Cepat
Saat ini, peningkatan suhu bumi meningkat dengan kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk memahami betapa cepat pemanasan global mempercepat, pertimbangkan ini:
Selama abad ke-20 seluruh, suhu global rata-rata meningkat sekitar 0,6 derajat Celsius (sedikit lebih dari 1 derajat Fahrenheit).
Menggunakan model komputer iklim, para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2100 suhu rata-rata global akan meningkat 1,4 derajat sampai 5,8 derajat Celcius (sekitar 2,5 derajat ke 10,5 derajat Fahrenheit).

Tidak Semua ilmuwan Setuju

Sementara mayoritas ilmuwan mainstream setuju bahwa pemanasan global adalah masalah serius yang terus berkembang lebih buruk, ada beberapa yang tidak setuju. John Christy, seorang profesor dan direktur Pusat Ilmu Sistem Bumi di Universitas Alabama di Huntsville adalah klimatologi dihormati yang berpendapat bahwa pemanasan global tidak perlu dicemaskan.
Christy mencapai berpendapat bahwa setelah menganalisis jutaan pengukuran dari satelit cuaca dalam upaya untuk menemukan tren suhu global. Dia tidak menemukan tanda-tanda pemanasan global di data satelit, dan sekarang percaya bahwa prediksi pemanasan global sebanyak 10 derajat Fahrenheit pada akhir abad 21 adalah tidak benar.
Para ilmuwan setuju bahwa bahkan peningkatan kecil pada suhu global akan menyebabkan iklim yang signifikan dan perubahan cuaca, yang mempengaruhi cakupan awan, curah hujan, pola angin, frekuensi dan intensitas badai, dan durasi musim.
Meningkatnya suhu akan menaikkan permukaan laut juga, mengurangi pasokan air tawar sebagai banjir terjadi di sepanjang garis pantai di seluruh dunia dan air garam mencapai daratan.
Banyak spesies terancam punah di dunia akan punah karena suhu yang meningkat mengubah habitat mereka.
Jutaan orang juga akan terpengaruh, terutama orang-orang miskin yang tinggal di lokasi yang berbahaya atau tergantung pada lahan untuk hidup subsisten.
Penyakit vector-borne tertentu dilakukan oleh hewan atau serangga, seperti malaria, akan menjadi lebih luas sebagai kondisi hangat memperluas jangkauan mereka.
Emisi Karbon Dioksida adalah Masalah Terbesar
Saat ini, rekening karbon dioksida lebih dari 60 persen dari efek rumah kaca ditingkatkan yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca, dan tingkat karbon dioksida di atmosfer meningkat dengan lebih dari 10 persen setiap 20 tahun.
Jika emisi karbon dioksida terus tumbuh pada tingkat saat ini, maka tingkat gas di atmosfer kemungkinan akan berlipat ganda, atau mungkin bahkan tiga kali lipat, dari tingkat pra-industri selama abad ke-21.
Perubahan Iklim yang Tak Terelakkan
Menurut PBB, beberapa perubahan iklim sudah tak terelakkan karena emisi yang terjadi sejak awal Era Industri.
Sementara iklim bumi tidak merespon dengan cepat terhadap perubahan eksternal, banyak ilmuwan percaya bahwa pemanasan global sudah memiliki momentum penting karena 150 tahun industrialisasi di banyak negara di seluruh dunia. Akibatnya, pemanasan global akan terus mempengaruhi kehidupan di Bumi selama ratusan tahun, bahkan jika emisi gas rumah kaca berkurang dan peningkatan kadar atmosfer dihentikan.

Apa Yang Harus Dilakukan untuk Mengurangi Pemanasan Global?

Untuk mengurangi orang-efek jangka panjang, banyak negara, masyarakat dan individu telah mengambil tindakan sekarang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemanasan global yang lambat dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, memperluas hutan, dan membuat pilihan gaya hidup yang membantu untuk mempertahankan lingkungan.
Apakah mereka akan mampu merekrut cukup banyak orang untuk bergabung, dan apakah upaya gabungan mereka akan cukup untuk menghindari dampak yang paling serius dari pemanasan global? ini adalah pertanyaan terbuka yang hanya dapat dijawab oleh perkembangan masa depan.



Rabu, 16 Januari 2013

1D - Kiss you

Sebenernya ini postingan agak menyimpang dari tema, tapi simak aja yaa ;;)



Oh I just wanna take you anywhere that you like
We can go out any day any night
Baby I'll take you there take you there
Baby I'll take you there, there

Oh tell me tell me tell me how to turn your love on
You can get get anything that you want
Baby just shout it out shout it out
Baby just shout it out

And if you
You want me to
Lets make a move, yeah
So tell me girl if every time we touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you

Oh baby, baby don't you know you got what I need
Lookin' so good from your head to your feet
C'mon come over here over here
C'mon come over here yeah

Oh I just wanna show you off to all of my friends
Makin' them drool down their chiney chin chins
Baby be mine tonight, mine tonight
Baby be mine tonight yeah

And if you
You want me too
Lets make a move, yeah
So tell me girl if every time we touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you

Selasa, 15 Januari 2013

Pencegahan Global Warming

Pencegahan Global Warming
Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang.

1. Batasi Penggunanaan kertas
Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

2. Ganti bola lampu
Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.

3. Buka jendela lebar-lebar
Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat mengkonsumsi energi.

4. Gunakan pupuk organik.
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.

5. Tanamlah rumpun bambu
Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.

6. Naik kendaraan umum
Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca,

7. Jangan pakai kantong plastik
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.

Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.


8. Hidup efisien
Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.

9. Mengemudi cerdas
Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.

Global Warming: Penyebab - Efek

                                                   

Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.

Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan kehidupannya.Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini.
Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, masalah Global Warming ini tidaklah dapat diungkiri untuk diteliti dan diteliti lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.
GLOBAL WARMING
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.


Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Penyebab Pemanasan Global

1.Efek Rumah Kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

2.Efek Umpan Balik
nasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan

Efek Global Warming

1. KEBAKARAN
Analisa = Kebakaran hutan biasa nya d sebabkan meningkat nya permukaan suhu d daerah tersebut akibat efek dari pemanasan global. terjadi di waktu musim kemarau

2. ES YANG MELELEH
Analisa = mencairnya es d kutub d sebabkan suhu yang meningkat secara drastis sehingga dapat melelehkan es d kutub

3. PERMUKAAN AIR LAUT YANG MENINGGI
Analisa = meningkat nya tinggi permukaan laut ini d sebabkan oleh air es yang telah mencair dari arah kutub
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.