Senin, 25 Februari 2013

Manfaat Penghijauan bagi Paru-Paru Dunia



PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.
Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.
Penghijauan perkotaan
Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan.
Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Zoer’aini Djamal Irwan,1996).
Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.
Penghijauan berperan dan berfungsi (1) Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan; (2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar; (3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis); (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya; (5) Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu); (6) Keindahan (estetika); (7) Kesehatan (hygiene); (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif); (9) Sosial politik ekonomi.
Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.
Unsur hutan kota
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.
Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Fukuara dkk. (1988) mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.
Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.
Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.
Teknik penanaman
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adala, (1) Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.
Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan;
(2) Penanaman. Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang); (3) Perawatan pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang
Manfaat hutan yang lain adalah:
1. Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia
2. Sebagai pencegah banjir
3. Sebagai penyejuk alam
4. Sebagai paru-paru dunia

One Direction - One Way Or Another (Teenage Kicks)


Kamis, 14 Februari 2013

Hutan-hutan Tenggelam yang Menakjubkan

1. Lake Kaindy, Kazakhstan
Danau ini terletak di kedalaman hutan dengan ketinggian 2000m di atas permukaan laut. Terbentuk dari longsoran batu kapur dan pengendapan tanah. Danau ini membentuk bendungan alami dan sebuah ngarai yang indah.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau ini memiliki panjang panjang 400m dengan kedalaman 30m. Pemandangan yang sangat indah dihadirkan disini. Sisa-sisa pohon yang tidak terendam, menjulang bagaikan paku-paku kreasi dari alam. Sedangkan bagian yang terendam air, nampak menyimpan misteri seperti hutan yang berumur ratusan tahun.nah kalo ini yang gambarnya kaya garis2 kurus itu yg pohonnya.

2. Danau Bezid, Romania
Terletak di wilayah Transylvania Rumania, keunikannya adalah tidak hanya pemandangan indah namun juga sisi mistis yang dihadirkan di sini. Terbentuk setelah seluruh desa Bezid kebanjiran, meninggalkan rumah-rumah di dasar danau dan hanya gereja lokal menara dan pohon-pohon masih terlihat menjulang di atas danau.

Dahan-dahan dan ranting pohon yang tua terlihat menjulang ke atas permukaan air seperti tangan-tangan yang membawa pesan mistis. Waduk ini juga menyembunyikan sesuatu di bawah airnya, yaitu puing-puing desa yang tenggelam sehingga semakin menambah suasana indah dan juga misteri yang dihadirkan disana. menarik atau mengerikan?

3. Danau Periyar, India
Danau Periyar sebenarnya waduk buatan, untuk sebuah daerah banjir yang diciptakan pada tahun 1895 oleh pembangunan Bendungan Mullaperiyar. Tunggul pohon itu adalah sisa-sisa hutan yang dulu.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Di sekitar danau kontur bukit-bukit yang berhutan menyediakan sumber air permanen untuk satwa liar lokal, dan ini dikatakan sebagai salah satu dari sedikit tempat di mana bendungan telah baik untuk di jadikan ekosistem.hehehe tetep dalam air kan.

4. Waduk Udawalawe, Sri Lanka
Waduk ini menyajikan pemandangan sisa-sisa ribuan pohon hutan yang mati akibat terendam air yang mengisi bendungan buatan ini. Banyak sekali binatang-binatang yang kehilangan habitatnya disini, Namun belakangan, waduk ini mulai kembali didatangi oleh berbagai kelompok dan jenis-jenis hewan yang ada di sekitar lingkungan waduk ini.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Sering terlihat sekumpulan gajah-gajah yang sengaja mampir kesini, selain untuk minum ada juga yang bermain-main dengan mandi di sini. Tak ketinggalan pula mulai banyak jenis-jenis ikan baru yang kedapatan meghuni waduk ini.sayangnya dijadikan waduk.

5. Danau Volta, Ghana
Danau dibentuk oleh hidroelektrik Akosomba Dam, yang menyediakan pasokan listrik untuk banyak negara. Selesai dibangun pada tahun 1965, proyek ini memaksa sekitar 78.000 orang untuk melakukan relokasi permukiman baru, bersama dengan 200.000 hewan peliharaan mereka, sementara sekitar 120 bangunan dan tempat tinggal yang tak terhitung jumlahnya juga dihancurkan.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau Volta merupakan potensi sumber daya yang menjanjikan, pemerintah Ghana berusaha untuk memanen 14 juta meter kubik kayu yang terendam, meskipun tidak tanpa kontroversi. Kayu keras tropis yang mungkin berharga, diawetkan oleh minimnya oksigen di dalam air. Tetapi beberapa mengatakan penebangan di dalam air bisa menjadi ancaman bagi nelayan dan mengganggu keseimbangan ekologi danau.

6. Danau Caddo, Texas
Danau misterius ini tampak seperti rawa-rawa dalam film horror. Danau ini tidak sepenuhnya tenggelam sehingga tumbuhan disini tidak begitu mati dan tidak begitu hidup. Namun dibalik keseraman tersebut terdapat keindahan yang luar biasa.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Asli tumbuhan runjung tenggara Amerika Serikat, pohon-pohon Cypress berkembang dalam habitat lembab, dan beberapa individu dapat hidup selama lebih dari 1.000 tahun.
Baldcypresses, yang berkembang dalam habitat berawa, memiliki pertumbuhan yang khas yang disebut cemara lutut, woody proyeksi di atas air yang merupakan bagian dari sistem akar dan memberikan dukungan struktural dan stabilisasi di situs rawan banjir seperti ini.

7. Kampong Pluk, Kamboja
Di Kamboja dapat ditemukan hutan lain yang mengambang, terdiri dari pohon-pohon yang tumbuh keluar dari sebuah danau, akar kust mereka yang tersembunyi di bawah air.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Pohon yang tumbuh di Kampung Pluk adalah bakau dan habitat hutan lainnya. Mereka adalah rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk monyet pemakan kepiting, serta manusia yang panen udang dan tinggal di rumah pohon/rumah apung.

Penghijauan Bisa Menunda Kiamat?

Penghijauan merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditunda lagi,karena lingkungan alam sudah banyak terusik oleh kerakusan manusia.Bahkan berbagai kerusakan manajemen alam tersebut telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana ,seperti longsor,kemarau ,banjir dan sebagainya.Memang baik kerusakan didarat dan di laut merupakan akibat tangan-tangan manusia yang lebih mementingkan dirinya sendiri,sehingga mengabaikan kehidupan makhluq lainnya.

Biasanya manusia itu baru menyadari  kesalahannya  setelah bencana datang,walaupun seringkali juga masih setengah hati dalam mengatasinya sambil mencari”kambing hitam”sebagai sasaran tembak terhadap kekeliruan yang dilakukannya.Bagi negara-negara maju yang menjadi pelopor rusaknya lingkungan hidup masih juga enggan mengurangi emisi dampak pemanasan global akibat berkurangnya hutan sebagai paru-paru dunia,dengan dalih akan merugikan perekonomiannya.

Selanjutnya mereka mengajak negara-negara berkembang supaya menjaga lingkungan alamnya,untuk  bisa  mengurangi emisi dampak pemanasan global tersebut.Dan untuk itu negera-negara kelompok 8 bersedia memberi insentif bagi negara-negara dunia ketiga yang melestarikan lingkungan hidup,dengan berupaya maksimal untuk mengkampanyekan penghijauan(reboisasi)terhadap lahan-lahan kritis bersamaan mencegah penebangan hutan secara sembarangan.

Dalam konteks ini pula Indonesia yang merupakan salah satu negara yang masih memiliki hutan seluas 138 juta hektar,dengan perincian 64 juta hektarnya luasnya merupakan hutan primer termasuk hutan konservasi di dalamnya seluas 20 juta hektar.Menurut data-data dari Departemen Kelautan dan Perikanan,bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu mengurangi dampak rumah kaca ,sebagai berikut:

1.ekosistem terumbu karang seluas  61 ribu kilometer persegi bisa menyerap 73,5 juta ton karbon pertahunnya.
2.rumput laut seluas 30 ribu kilometer persegi bisa menyerap 56,3 juta ton karbon pertahunnya.
3.hutan bakau seluas 93 ribu kilometer persegi bisa menyerap 75,4 juta ton karbon pertahunnya.
4.laut terbuka Indonesia seluas 5,8 juta kilometer persegi bisa menyerap  40,4 juta ton karbon pertahunnya.
5.lumut dalam proses fotosentesisnya bisa juga menyerap karbon sekitar 245,6 juta ton pertahunnya.

Oleh karenan itu penghijauan sanagat menentukan dalam proses mengurangi efek rumah kaca yang bisa mengusik iklim secara keseluruhan,yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan.Karenanya pada tahun 1992 diadakan perjanjian di Rio De Janeiro,Brasil .Perjanjian untuk menata kembali lingkungan hidup tersebut,di hadiri oleh 150 negara.Perjanjian yang disebut”Earth Summit”berisi antara lain adalah:perusahaan yang berskala internasional di haruskan menjadi pelaku utama pengurangan efek gas rumah kaca.Perjanjian tersebut masih diabaikan oleh negera-negara indstri maju,termasuk AS dan sekutunya dan  Jepang.

Selanjutnya pada tahun 1997 diadakan lagi perjanjian serupa di Kyota,Jepang.Perjanjian ini dihadiri oleh 160 negara,yang sampai sekarangpun hasilnya belum sepenuhnya direalisasikan secara kongkrit terutama oleh AS  dan sekutunya,dengan berbagai alasan yang sengaja di cari-cari.Protokol Kyoto diharapkan pada tahun 2012 pengurangan gas rumah kaca bisa dilakukan ,meskipun sejak tahun 1990 diharuskan 5 persen.Sedangkan Eropa bersedia mengurangi efek gas rumah kaca  8 persen,Jepang 6 persen dan 122 negara berkembang tidak di haruskannya.

Sementara AS pada tahun 2001,Presiden George Bush mengabaikan komitmen protokol  Kyoto ,karena merugikan perekonomiannya.Baru dalam perjanjian Bali(Mandat Bali 3-11 Desember 2007),baik AS dan Jepang menyetujui “Draf Bali Road Map” yang berisi,antaranya sebagai berikut:
1.mereduksi emisi gas sesuai target 2050
2.yang mengarah keperjanjian global
3.Negara-negara tropis penghasil hutan terbesar akanmendapat insentif.

Untuk mengatasi masalah tersebut,maka pemerintah Indonesia perlu memantau ,serta menindak  tegas terhadap para  perambah hutan dan lautan sesuai dengan hukum yang berlaku.Soalnya UNEP(United Nations Environment Programme)selalu mengawasi proses penghijauan disetiap negara,dan untuk mengatasi hal itu membutuhkan dana yang sangat tinggi sekitar 200 milyar dolar AS pertahunnya.

Untuk menunda kiamat kelihatannya bisa dilakukan oleh manusia,karena Allah tidak akan mengubah kondisi sesuatu umat kecuali umat tersebut berupaya merubahnya.Salah satunya adalah dengan menjaga keseimbangan lingkungan alam ,sehingga jaringan struktur manajemen alam yang sudah tertata sesuai kadar ukurannya masing-masing tersebut tidak terusik,serta tidak rusak oleh kerakusan manusia.

Senin, 25 Februari 2013

Manfaat Penghijauan bagi Paru-Paru Dunia



PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.
Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.
Penghijauan perkotaan
Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan.
Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Zoer’aini Djamal Irwan,1996).
Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.
Penghijauan berperan dan berfungsi (1) Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan; (2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar; (3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis); (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya; (5) Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu); (6) Keindahan (estetika); (7) Kesehatan (hygiene); (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif); (9) Sosial politik ekonomi.
Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.
Unsur hutan kota
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.
Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Fukuara dkk. (1988) mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.
Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.
Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.
Teknik penanaman
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adala, (1) Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.
Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan;
(2) Penanaman. Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang); (3) Perawatan pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang
Manfaat hutan yang lain adalah:
1. Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia
2. Sebagai pencegah banjir
3. Sebagai penyejuk alam
4. Sebagai paru-paru dunia

One Direction - One Way Or Another (Teenage Kicks)


Kamis, 14 Februari 2013

Hutan-hutan Tenggelam yang Menakjubkan

1. Lake Kaindy, Kazakhstan
Danau ini terletak di kedalaman hutan dengan ketinggian 2000m di atas permukaan laut. Terbentuk dari longsoran batu kapur dan pengendapan tanah. Danau ini membentuk bendungan alami dan sebuah ngarai yang indah.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau ini memiliki panjang panjang 400m dengan kedalaman 30m. Pemandangan yang sangat indah dihadirkan disini. Sisa-sisa pohon yang tidak terendam, menjulang bagaikan paku-paku kreasi dari alam. Sedangkan bagian yang terendam air, nampak menyimpan misteri seperti hutan yang berumur ratusan tahun.nah kalo ini yang gambarnya kaya garis2 kurus itu yg pohonnya.

2. Danau Bezid, Romania
Terletak di wilayah Transylvania Rumania, keunikannya adalah tidak hanya pemandangan indah namun juga sisi mistis yang dihadirkan di sini. Terbentuk setelah seluruh desa Bezid kebanjiran, meninggalkan rumah-rumah di dasar danau dan hanya gereja lokal menara dan pohon-pohon masih terlihat menjulang di atas danau.

Dahan-dahan dan ranting pohon yang tua terlihat menjulang ke atas permukaan air seperti tangan-tangan yang membawa pesan mistis. Waduk ini juga menyembunyikan sesuatu di bawah airnya, yaitu puing-puing desa yang tenggelam sehingga semakin menambah suasana indah dan juga misteri yang dihadirkan disana. menarik atau mengerikan?

3. Danau Periyar, India
Danau Periyar sebenarnya waduk buatan, untuk sebuah daerah banjir yang diciptakan pada tahun 1895 oleh pembangunan Bendungan Mullaperiyar. Tunggul pohon itu adalah sisa-sisa hutan yang dulu.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Di sekitar danau kontur bukit-bukit yang berhutan menyediakan sumber air permanen untuk satwa liar lokal, dan ini dikatakan sebagai salah satu dari sedikit tempat di mana bendungan telah baik untuk di jadikan ekosistem.hehehe tetep dalam air kan.

4. Waduk Udawalawe, Sri Lanka
Waduk ini menyajikan pemandangan sisa-sisa ribuan pohon hutan yang mati akibat terendam air yang mengisi bendungan buatan ini. Banyak sekali binatang-binatang yang kehilangan habitatnya disini, Namun belakangan, waduk ini mulai kembali didatangi oleh berbagai kelompok dan jenis-jenis hewan yang ada di sekitar lingkungan waduk ini.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Sering terlihat sekumpulan gajah-gajah yang sengaja mampir kesini, selain untuk minum ada juga yang bermain-main dengan mandi di sini. Tak ketinggalan pula mulai banyak jenis-jenis ikan baru yang kedapatan meghuni waduk ini.sayangnya dijadikan waduk.

5. Danau Volta, Ghana
Danau dibentuk oleh hidroelektrik Akosomba Dam, yang menyediakan pasokan listrik untuk banyak negara. Selesai dibangun pada tahun 1965, proyek ini memaksa sekitar 78.000 orang untuk melakukan relokasi permukiman baru, bersama dengan 200.000 hewan peliharaan mereka, sementara sekitar 120 bangunan dan tempat tinggal yang tak terhitung jumlahnya juga dihancurkan.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Danau Volta merupakan potensi sumber daya yang menjanjikan, pemerintah Ghana berusaha untuk memanen 14 juta meter kubik kayu yang terendam, meskipun tidak tanpa kontroversi. Kayu keras tropis yang mungkin berharga, diawetkan oleh minimnya oksigen di dalam air. Tetapi beberapa mengatakan penebangan di dalam air bisa menjadi ancaman bagi nelayan dan mengganggu keseimbangan ekologi danau.

6. Danau Caddo, Texas
Danau misterius ini tampak seperti rawa-rawa dalam film horror. Danau ini tidak sepenuhnya tenggelam sehingga tumbuhan disini tidak begitu mati dan tidak begitu hidup. Namun dibalik keseraman tersebut terdapat keindahan yang luar biasa.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Asli tumbuhan runjung tenggara Amerika Serikat, pohon-pohon Cypress berkembang dalam habitat lembab, dan beberapa individu dapat hidup selama lebih dari 1.000 tahun.
Baldcypresses, yang berkembang dalam habitat berawa, memiliki pertumbuhan yang khas yang disebut cemara lutut, woody proyeksi di atas air yang merupakan bagian dari sistem akar dan memberikan dukungan struktural dan stabilisasi di situs rawan banjir seperti ini.

7. Kampong Pluk, Kamboja
Di Kamboja dapat ditemukan hutan lain yang mengambang, terdiri dari pohon-pohon yang tumbuh keluar dari sebuah danau, akar kust mereka yang tersembunyi di bawah air.

Pesona Hutan dalam Air di Berbagai Belahan Dunia
Pohon yang tumbuh di Kampung Pluk adalah bakau dan habitat hutan lainnya. Mereka adalah rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk monyet pemakan kepiting, serta manusia yang panen udang dan tinggal di rumah pohon/rumah apung.

Penghijauan Bisa Menunda Kiamat?

Penghijauan merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditunda lagi,karena lingkungan alam sudah banyak terusik oleh kerakusan manusia.Bahkan berbagai kerusakan manajemen alam tersebut telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana ,seperti longsor,kemarau ,banjir dan sebagainya.Memang baik kerusakan didarat dan di laut merupakan akibat tangan-tangan manusia yang lebih mementingkan dirinya sendiri,sehingga mengabaikan kehidupan makhluq lainnya.

Biasanya manusia itu baru menyadari  kesalahannya  setelah bencana datang,walaupun seringkali juga masih setengah hati dalam mengatasinya sambil mencari”kambing hitam”sebagai sasaran tembak terhadap kekeliruan yang dilakukannya.Bagi negara-negara maju yang menjadi pelopor rusaknya lingkungan hidup masih juga enggan mengurangi emisi dampak pemanasan global akibat berkurangnya hutan sebagai paru-paru dunia,dengan dalih akan merugikan perekonomiannya.

Selanjutnya mereka mengajak negara-negara berkembang supaya menjaga lingkungan alamnya,untuk  bisa  mengurangi emisi dampak pemanasan global tersebut.Dan untuk itu negera-negara kelompok 8 bersedia memberi insentif bagi negara-negara dunia ketiga yang melestarikan lingkungan hidup,dengan berupaya maksimal untuk mengkampanyekan penghijauan(reboisasi)terhadap lahan-lahan kritis bersamaan mencegah penebangan hutan secara sembarangan.

Dalam konteks ini pula Indonesia yang merupakan salah satu negara yang masih memiliki hutan seluas 138 juta hektar,dengan perincian 64 juta hektarnya luasnya merupakan hutan primer termasuk hutan konservasi di dalamnya seluas 20 juta hektar.Menurut data-data dari Departemen Kelautan dan Perikanan,bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu mengurangi dampak rumah kaca ,sebagai berikut:

1.ekosistem terumbu karang seluas  61 ribu kilometer persegi bisa menyerap 73,5 juta ton karbon pertahunnya.
2.rumput laut seluas 30 ribu kilometer persegi bisa menyerap 56,3 juta ton karbon pertahunnya.
3.hutan bakau seluas 93 ribu kilometer persegi bisa menyerap 75,4 juta ton karbon pertahunnya.
4.laut terbuka Indonesia seluas 5,8 juta kilometer persegi bisa menyerap  40,4 juta ton karbon pertahunnya.
5.lumut dalam proses fotosentesisnya bisa juga menyerap karbon sekitar 245,6 juta ton pertahunnya.

Oleh karenan itu penghijauan sanagat menentukan dalam proses mengurangi efek rumah kaca yang bisa mengusik iklim secara keseluruhan,yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan.Karenanya pada tahun 1992 diadakan perjanjian di Rio De Janeiro,Brasil .Perjanjian untuk menata kembali lingkungan hidup tersebut,di hadiri oleh 150 negara.Perjanjian yang disebut”Earth Summit”berisi antara lain adalah:perusahaan yang berskala internasional di haruskan menjadi pelaku utama pengurangan efek gas rumah kaca.Perjanjian tersebut masih diabaikan oleh negera-negara indstri maju,termasuk AS dan sekutunya dan  Jepang.

Selanjutnya pada tahun 1997 diadakan lagi perjanjian serupa di Kyota,Jepang.Perjanjian ini dihadiri oleh 160 negara,yang sampai sekarangpun hasilnya belum sepenuhnya direalisasikan secara kongkrit terutama oleh AS  dan sekutunya,dengan berbagai alasan yang sengaja di cari-cari.Protokol Kyoto diharapkan pada tahun 2012 pengurangan gas rumah kaca bisa dilakukan ,meskipun sejak tahun 1990 diharuskan 5 persen.Sedangkan Eropa bersedia mengurangi efek gas rumah kaca  8 persen,Jepang 6 persen dan 122 negara berkembang tidak di haruskannya.

Sementara AS pada tahun 2001,Presiden George Bush mengabaikan komitmen protokol  Kyoto ,karena merugikan perekonomiannya.Baru dalam perjanjian Bali(Mandat Bali 3-11 Desember 2007),baik AS dan Jepang menyetujui “Draf Bali Road Map” yang berisi,antaranya sebagai berikut:
1.mereduksi emisi gas sesuai target 2050
2.yang mengarah keperjanjian global
3.Negara-negara tropis penghasil hutan terbesar akanmendapat insentif.

Untuk mengatasi masalah tersebut,maka pemerintah Indonesia perlu memantau ,serta menindak  tegas terhadap para  perambah hutan dan lautan sesuai dengan hukum yang berlaku.Soalnya UNEP(United Nations Environment Programme)selalu mengawasi proses penghijauan disetiap negara,dan untuk mengatasi hal itu membutuhkan dana yang sangat tinggi sekitar 200 milyar dolar AS pertahunnya.

Untuk menunda kiamat kelihatannya bisa dilakukan oleh manusia,karena Allah tidak akan mengubah kondisi sesuatu umat kecuali umat tersebut berupaya merubahnya.Salah satunya adalah dengan menjaga keseimbangan lingkungan alam ,sehingga jaringan struktur manajemen alam yang sudah tertata sesuai kadar ukurannya masing-masing tersebut tidak terusik,serta tidak rusak oleh kerakusan manusia.